Motivasi

Mengatasi kepercayaan diri

Menjadi pribadi yang memiliki krisis percaya diri memang tidak enak. Pertama kita sering korban perasaan sendiri. Omongan orang lain sering kali dirasakan merendahkan diri kita. Saat kita berbicara tetapi tidak ditanggapi merasa dilecehkan. Mudah tersinggung. Bahkan ada yang sibuk untuk terus menerus menjelekkan orang lain yang dianggap saingan.
Yang kedua, masalah krisis percaya diri bisa menjadikan kita memiliki ketakutan yang luar biasa. Ketakutan ini akan menyebabkan kita tidak mau mengambil tindakan yang beresiko. Bahkan sekecil apa pun resiko itu. Akibatnya, akan kehilangan banyak peluang.

Apa yang menyebabkan krisis percaya diri?

Lingkungan mungkin mempengaruhi

Tidak dipungkiri, sikap orang-orang yang ada di lingkungan kita bisa mempengaruhi kepercayaan diri kita. Sering kali, orang-orang di sekitar kita menyikapi kegagalan atau kekurangan kita dengan cara yang tidak baik. Misalnya mengejek kegagalan kita, membicarakan kekurangan kita di depan orang lain, atau membesar-besarkan kekurangan atau kegagalan kita. Hal seperti ini mungkin terjadi karena sikap masyarakat terhadap kegagalan dan kekurangan masih perlu diperbaiki.

Penyebab Utama Adalah Diri Sendiri

Meski pun lingkungan bisa menyebabkan kita mengalami krisis percaya diri, namun sesungguhnya penyebab utamanya itu adalah diri sendiri. Kuncinya ialah bagaimana Anda menyikapi lingkungan Anda. Jika Anda “termakan” oleh omongan lingkungan, maka Anda akan rendah diri. Namun jika Anda “merdeka” maka apa pun yang dikatakan oleh lingkungan Anda tidak akan pernah mempengaruhi diri Anda.
Anda mungkin salah, tetapi bukan berarti Anda orang yang selalu salah. Kesalahan bisa diperbaiki. Begitu juga dengan kegagalan. Anda mungkin pernah gagal, tetapi bukan berarti Anda adalah orang gagal. Anda hanya pernah gagal. Dan kita tahu, semua orang pernah salah dan semua orang pernah gagal. Termasuk manusia terbaik sepanjang masa, Nabi Muhammad saw. Beliau pernah salah dan pernah gagal. Itu adalah manusiawi. Kenapa harus merasa rendah diri?

Opini dan Fakta

Saat ada yang mengatakan bahwa Anda tidak becus, baik itu datang dari diri sendiri maupun dari orang lain, percayalah bahwa itu hanya opini. Anda gagal adalah fakta, tetapi Anda disebut orang yang payah, itu adalah opini. Dan, jangan lupakan dengan satu fakta lagi, bahwa manusia diciptakan dengan potensi yang sama. Allah tidak pernah membeda-bedakan tugas dan perintah kepada manusia, sebab potensi manusia itu sama dahsyatnya.

Jadilah Diri Yang Merdeka

Artinya merdeka dari opini negatif baik dari diri sendiri maupun dari orang lain. Coba tonton video The Confidence Secret

Anda Itu Hebat
Cobalah Anda renungkan. Apa keberhasilan yang pernah Anda raih? Apa kemampuan yang Anda miliki yang tidak dimiliki oleh orang lain. Saya yakin, Anda memilikinya.
Bisa saja, Anda tidak hebat di satu bidang, tetapi Anda hebat di bidang lain. Begitu juga dengan orang lain. Sebab pada dasarnya semua manusia memiliki tingkat yang sama.
Atau Anda pun bisa menciptakan pengalaman hebat yang baru. Pilihlah sebuah tantangan, dan taklukan tantangan tersebut. Percaya diri bisa bangkit setelah Anda mampu menaklukan tantangan.

Mudah-mudahan setelah membaca ini akan membuka wawasan kita agar bisa menjadi pribadi yang lebih mandiri dan lebih percaya diri.

sumber :Rahmat Mr Power..
=========================================================================

Percaya diri bukan dari tampilan fisik

Percaya diri itu bukan ditentukan oleh tampilan fisik. Sayangnya banyak orang yang masih berpikiran bahwa kepercayaan diri datang dari tampilan fisik. Jika Anda terbebas dari kesalahan ini, maka peluang Anda untuk memiliki rasa percaya diri sesungguhnya lebih terbuka. Bagaimana bisa memiliki rasa percaya diri, jika pemahamannya saja masih salah?
Kesalahan terbesar itu ialah saat kita mengandalkan kepercayaan diri kepada tampilan fisik. Yang dimaksud fisik disini ialah baik tubuh kita maupun pakaian atau aksesoris yang dipakai. Memang pakaian, kendaraan, perhiasan, atau aksesoris bisa meningkatkan kepercayaan diri, tetapi ini bukanlah yang utama, hanya “bumbu”.

Percaya diri sesungguhnya berbicara tentang semua potensi diri Anda. Bukan karena pakaian atau kendaraan Anda. Percaya diri meliputi ilmu, kemampuan berpikir, kemampuan belajar, keterampilan, dan berbagai potensi diri Anda yang lainnya.
Banyak orang yang tidak memiliki pakaian dan kendaraan mewah, tetapi dia tetap percaya diri. Dia bisa melakukan apa yang ingin dia lakukan tanpa terhalang oleh kekurangan materi yang dia miliki.
Yang kedua adalah masalah fisik yang meliputi tubuh dan wajah. Anda tahu dr Maltz? Dia seorang ahli bedah plastik yang beralih profesi jadi guru pengembangan diri. Kenapa? Karena banyak orang yang meminta dioperasi plastik untuk meningkatkan kepercayaan diri, padahal masalahnya bukan di fisik.
Setelah dia memberikan konsultasi, banyak diantara mereka membatalkan operasinya. Mereka bisa menjadi lebih percaya diri tanpa harus dioperasi. Yah… dia semakin pandai membuat orang tidak dioperasi, padahal itu adalah profesinya.

Sering kali, orang yang ingin merubah fisik hanya karena “opini”, baik dari diri sendiri maupun pengaruh dari pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari perubahan fisik tersebut. Sejatinya… kepercayaan diri tidak ditentukan oleh ukuran fisik.

Banyak orang yang memiliki kekurangan secara fisik, namun mereka tetap menjalankan hidup seperti orang lain yang tidak cacat. Bahkan sebagian mereka juga, sukses besar mengalahkan kebanyakan orang yang normal. Sebuah fakta tidak terbantahkan kalau mereka tetap percaya diri
Masihkah Anda mengandalkan fisik? Silahkan Anda tampil sebaik mungkin, tapi itu bukan yang utama, kepercayaan diri itu sebenarnya muncul dari dalam diri Anda

Sumber : Rahmat Mr Power..
===========================================================================

Perbedaan percaya diri dan sombong

Apa perbedaannya antara percaya diri dan sombong? Apakah orang sombong itu menunjukan kepercayaan diri yang tinggi atau justru lemah? Apakah orang yang memiliki cita-cita melebihi cita-cita kita bisa disebut sombong? Pertanyaan ini perlu dijawab dengan tuntas agar kita terhindar dari sikap sombong, tetapi bisa meraih manfaat percaya diri.
Pemahaman yang salah akan menjadikan kita tidak mau percaya diri sehingga akan kehilangan peluang untuk mendapatkan manfaat percaya diri.

Apa Itu Sombong?

Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi) nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang berserah diri“. (QS.An Naml:30-31)
Dari Iyadl Ibnu Himar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian merendahkan diri, sehingga tidak ada seorang pun menganiaya orang lain dan tidak ada yang bersikap sombong terhadap orang lain.” (HR.Riwayat Muslim.)
Dari ayat dan hadits di atas, ada satu kata yang mengikuti kata sombong, yaitu terhadap… Artinya kata sombong bersifat komparatif, yaitu membandingkan dengan orang (makhluq) lainnya. Artinya kesombongan bermakna dalam hal merasa lebih tinggi, lebih baik, atau lebih lainnya dengan orang atau makhluq lainnya. Dia merasa lebih hebat daripada orang lain. Bahkan banyak yang merasa lebih hebat dibanding Nabi, sehingga tidak mendengar apa yang dikatakan oleh para Nabi.

Bagaimana Dengan Percaya Diri?

Jika sombong lebih kepada membandingkan dengan orang lain, maka percaya diri justru sebaliknya. Percaya diri lebih berfokus pada kesamaan antara manusia. Orang akan percaya diri jika dia merasa sama dengan orang lain. Merasa memiliki perbedaan, justru akan menimbulkan sikap negatif. Merasa lebih rendah disebut rendah diri. Sementara orang yang merasa lebih baik disebut sombong.
Saat kita merasa bahwa kita memiliki kesamaan dengan orang lain, maka kita pun bisa mendapatkan atau memiliki kehebatan seperti orang-orang hebat, karena tidak ada bedanya. Begitu juga, jika kita melihat orang lain yang tidak sehebat kita, maka kita akan paham dengan dua kemungkinan. Pertama orang tersebut bisa lebih hebat di bidang lain. Kedua orang tersebut hanya belum menampilkan diri dia apa adanya.
Percaya diri fokus pada keyakinan akan potensi yang diberikan Allah kepada manusia, kepada dirinya dan juga sama kepada orang lain. Bukti kehebatan potensi yang diberikan Allah bisa dilihat dari orang lain yang mampu mencapai pencapaian hebat, sementara potensinya sama dengan kita.

Tentang Rendah Diri

Rendah diri ada yang positif dan ada yang negatif. Rendah diri dihadapan Allah adalah rendah diri yang positif, sementara rendah diri di hadapan manusia adalah perbuatan tercela, karena sebenarnya sama. Tidak ada makhluq yang lebih mulia di sisi Allah, kecuali karena ketaqwaanya. Artinya manusia itu sama, sehingga yang menentukan nanti di akhirat hanyalah ketaqwaanya. Bukan pangkat, pendidikan, jabatan, dan harta kekayaan. Kita tidak perlu merasa rendah diri di hadapan siapa pun, kecuali di hadapan Allah.
Justru, jika kita yakin bahwa kita sama dengan orang lain, akan muncul suatu sikap percaya diri. Jika orang lain bisa melakukan hal yang luar biasa, maka Anda pun bisa melakukannya. Teknologi NLP sudah banyak menunjukan bahwa kita bisa melakukan apa pun yang kita ingin lakukan. Apa lagi jika sudah ada orang lain yang pernah melakukannya. Yang seringkali menghambat kita untuk melakukan hal yang sama dengan orang lain, karena justru pikiran kita sendiri. Atau apa yang kita lakukan, belum sama dengan orang lain.
Intinya, kepercayaan diri menganut prinsip kesamaan antara kita dengan orang lain. Allah menciptakan manusia sama dengan segala potensinya. Jika kita seolah tidak bisa melakukan apa yang dilakukan oleh orang lain, sesungguhnya karena kita belum tahu caranya secara akurat. Mungkin kita baru melakukannya sebagian. Namun disayangkan, kita sering terburu-buru mengubur potensi diri kita sendiri.
Saat ada orang lain yang memiliki cita-cita tinggi. Bahkan jauh lebih tinggi dibanding keyakinan kita. Anda tidak perlu menyebutnya sombong. Anda sendiri bisa memiliki cita-cita dan kemampuan untuk meraihnya seperti orang lain. Yang Anda perlukan ialah bagaimana memompa pikiran Anda agar memiliki keyakinan yang sama dengan orang tersebut. Jadi, sebelum mengatakan orang lain sombong, mungkin kitanya yang rendah diri.

Rendah Hati

Rendah hati berbeda dengan rendah diri. Orang percaya diri justru akan rendah hati. Karena kepercayaan dirinya dia tidak perlu menyebut-nyebut kelebihannya, dia tidak perlu mendapatkan pengakuan orang lain, dan dia tidak khawatir saat orang lain terihat lebih baik. Dia tetap akan berbicara dan bertindak dengan cara rendah hati.
Rendah hati lebih kepada cara kita bersikap terhadap orang lain, bagaimana dia tidak merendahkan orang lain dan tidak ingin terihat lebih dibanding orang lain. Baik secara perkataan mapun tindakan. Dia tidak menonjolkan dirinya. Dia menghargai orang lain. Dia tidak ingin selalu dianggap hebat. Rendah hati justru salah satu ciri percaya diri.

Kesimpulan

Percaya diri dan rendah hati adalah sikap yang positif. Sementara sombong dan rendah diri adalah sikap negatif. Jika ada orang berkata harus rendah diri, ini hanya perbedaan istilah saja. Saya yakin maksud dia adalah rendah hati.

Sumber :Rahmat Mr Power..
=======================================================================







TES

SDGFASDFAS